TNI - POLRI 1965 Peristiwa Tragis di malam yang naas, atas Pengkhianatan kepada Negara dan Pancasila, yang dilakukan Gerakan 30 September ( G30S PKI ) pada tahun 1965 menjadi salah satu babak paling kelam dan kontroversial dalam sejarah modern Indonesia. Di balik intrik dan ketegangan politik saat itu, peran para perwira tinggi militer sangat sentral, baik sebagai aktor kunci, korban, maupun penentu arah pasca-kejadian. Memahami posisi dan tindakan mereka sebelum dan sesudah G30S adalah kunci untuk menelusuri kompleksitas sejarah bangsa.Berikut adalah analisis mendalam mengenai peran Jenderal Besar A.H. Nasution, Laksamana R.E. Martadinata, Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Marsekal (Anumerta) Oemar Dani, dan Jenderal Besar Soeharto dalam pusaran peristiwa bersejarah tersebut: 1. Jenderal A.H. Nasution Simbol Perlawanan Anti-Komunis dan Penyelamat Orde Baru Sebelum G30S, sebagai Target Utama dan Penentang Tegas PKI. Ia menjabat Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pertahanan dan Keam...
"Temukan fakta menarik", berita hangat, dan insight terbaru serta momen penting, untuk selalu mengikuti perkembangan Sejarah, dan Peristiwa Nasional Indonesia dari awal, hingga kini, dan nanti.