Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Soeharto

Inilah Pembawa SUPERSEMAR: Suharto menuju Presiden

" Dari Kostrad hingga Supersemar, inilah lingkar inti yang menopang Soeharto menyingkirkan PKI dan menapakkan kakinya menuju kursi Presiden, melalui Surat Perintah Sebelas Maret, dikenal dengan nama: "SUPERSEMAR" Sejarah bangsa Indonesia pada kurun 1962–1968 ibarat panggung besar yang penuh intrik, darah, dan permainan kekuasaan. Di tengah pusaran itu, nama Soeharto perlahan muncul ke permukaan, terutama ketika ia sukses sebagai Komandan Operasi Mandala, yang berkedudukan di Makassar dalam Peristiwa Trikora, merebut Irian Barat.        Di balik kesuksesannya, Suharto tidak sendirian. Ada sebuah "lingkaran setia" mendukungnya dari berbagai elemen: para jenderal tempur, Jenderal ahli intelijen, teknokrat, pengusaha, dan Ketua Mahasiswa (KAMI, KAPPI). Merekalah semua pasukan bayangan yang mampu menyingkirkan PKI dari bumi Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya Orde Baru, melalui Supersemar. Kronologi Peristiwa di Sekitar Soeharto 1962 – Soeharto Menjadi...

ALI MURTOPO ikut mencetak SUHARTO jadi Presiden RI ke-2

".... Di balik kekuasaan Soeharto yang menaklukkan G30S PKI 1965, akhirnya SUHARTO meraih panggung politik Indonesia selama lebih dari tiga dekade, tersembunyi sosok yang jarang disebut dalam buku sejarah resmi: Letnan Jenderal (Purn.) ALI MURTOPO.."         Ba gaimana Strategi, Intelijen, dan Politik Rahasia Membentuk Orde Baru Pemerintahan Soeharto, di kawal oleh Letjend ALI MURTOPO. Dia bukan hanya sebagai "Penasihat militer", dibidang Intelijen, untuk mengendalikan kekuatan militer tetapi juga arsitek rahasia di balik panggung politik, militer, penguatan GOLKAR, dan penguasaan narasi media. Dari operasi rahasia hingga diplomasi internasional, sepak terjangnya menentukan jalan sejarah Indonesia modern. A. Latar Belakang: Sang Arsitek Strategis           Lahir pada 1924, Ali Moertopo bukan tokoh biasa. Dari anggota laskar Hisbullah di Pekalongan hingga pendiri CSIS, ia meniti jalan sebagai “jagoan intelijen” yang selalu bergerak di balik l...

AH Nasution dari Kopral jadi Jenderal (Besar)

Jenderal (Besar) TNI Abdul Haris Nasution (A.H. Nasution) adalah salah satu tokoh militer paling sentral, terkenal dan terkenang dalam perjalanan sejarah Indonesia. Tokoh Nasional yang pantas menjadi Presiden Republik Indonesia, namun ia menyadari dirinya bukan orang Jawa, ia juga hampir menjadi Korban keganasan G30S PKI. Namun yang menjadi korban adalah Pierre Tendean (sang ajudan) dan Ade Irma Suryani  (putrinya). Beliau hanya memiliki 2 putri, maka tersisa adalah YANTI (Putri Sulung) Beliau dikenal pribadi yang kuat pada prinsipnya jika itu menyangkut kepentingan bangsa dan negara. Dia pula sering berseberangan dengan Presiden RI-1 (Soekarno) pada jaman orde lama, demikian pula dengan Presiden RI-2 (Soeharto) pada jaman orde baru. Namun ia juga salah satu kunci " SUPSERSEMAR " (Surat Perintah Sebelah Maret) yang dijadikan dasar olehnya melantik Letjen Soeharto, sebagai PeNjabat Presiden (sementara) untuk menggantikan Presiden sebelumnya (Soeharto). Bahkan sebelum melanti...

Kesaktian Pancasila "sebagai" Jiwa, Semangat dan Identitas Bangsa Indonesia

 "... .Memaknai Peringatan: "Hari Kesaktian Pancasila sebagai Benteng Persatuan-Kesatuan serta Pertahanan-Ketahanan Bangsa Indonesia...." Tanggal 1 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sebagai " Momentum Bersejarah " untuk mengenang betapa kuatnya dasar negara Indonesia dalam menghadapi rongrongan ideologi yang ingin menggantikan Pancasila. Bermula dari Peristiwa "kelam + tragis" Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), pada keesokan harinya, tanggal 1 Oktober, berkat kekuatan TNI yang didukung oleh Rakyat, atas ijin dari Allah SWT, telah menjadi bukti sejarah bahwa: "Pancasila bukan sekadar falsafah, tetapi juga perisai bangsa Indonesia yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). A). Latar Belakang Sejarah        Hari Kesaktian Pancasila Peristiwa G30S/PKI yang meletus pada malam 30 September 1965 menjadi salah satu tragedi berdarah dalam sejarah Indonesia. Kelompok yang berideologi komuni...

3 Nama "Penumpas" G30S PKI: SOEHARTO, SARWO, NASUTION

"... Sejarah kelam bangsa Indonesia, akibat terjadinya pengkhianatan melalui G30S/PKI 1965. Disebut "Pengkhianatan" karena dilakukan oleh beberapa tokoh nasional Indonesia,  Pejabat Negara (Menteri/Wakil menteri) serta sejumlah oknum militer (TNI)... "  Peristiwa G30S/PKI merupakan tragedi besar dalam sejarah Indonesia modern, yang masih berusia "20 tahun Merdeka". Peristiwa itu, terjadi pada malam 30 September 1965, dimana Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan gerakan militer yang menargetkan pucuk pimpinan Angkatan Darat, dengan memakai istilah "Dewan Jenderal" yang mengakibatkan " Tujuh Perwira" menjadi korban dalam peristiwa keji tersebut. Namun, gerakan itu hanya bertahan singkat karena dalam hitungan hari, kekuatan militer di bawah kendali Mayor Jenderal Soeharto, didukung Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dan Jenderal A.H. Nasution, berhasil menumpasnya. Dari tragedi itu, lahir babak baru sejarah Indonesia yang dikenal sebagai O...