Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Emmy Saelan

Pertemuan dan Perpisahan: Robert Wolter Mongisidi dan Emmy Saelan

Perjuangan di Sulawesi Selatan Kisah Robert Wolter Mongisidi dan Emmy Saelan adalah representasi heroik dari pengorbanan pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut kemerdekaan, khususnya di medan laga Sulawesi Selatan. Mereka dikenal dengan keberanian di garis depan, tetapi ada juga narasi ikatan emosional yang kuat di tengah gelora revolusi.Pertemuan dan Benih Perjuangan (1945) Robert Wolter Mongisidi (Bote), pemuda asal Minahasa, dan Emmy Saelan, putri dari tokoh pergerakan Amin Saelan, bertemu di Makassar. Keduanya adalah alumni SMP Nasional Makassar, sebuah "kawah candradimuka" yang mencetak pejuang-pejuang muda saat itu. Di sinilah semangat anti-penjajah dan cinta pada Republik yang baru lahir menyatukan hati mereka, termasuk Maulwi Saelan, adik Emmy. Di tengah suasana perjuangan, benih-benih perasaan tumbuh, meskipun prioritas utama mereka adalah kemerdekaan Ibu Pertiwi. Sumpah di Medan Gerilya:  Merah Putih di Atas Janji Suci (1946) Ketika situasi di Makassar memanas dengan...

Kisah Cinta Emmy Saelan dan Wolter Monginsidi: Pertemuan, Pengorbanan, dan Keabadian

EMMY SAELAN - WOLTER MONGINSIDI Dalam setiap lembar sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, selalu terselip kisah-kisah heroik yang tak terhingga. Di antara dentuman senjata dan gema teriakan perlawanan, terukir pula sebuah romantika yang tak kalah romantis: "Kisah cinta Emmy Saelan dan Robert Wolter Monginsidi". Dua nama muda dari Sulawesi Selatan ini, dikenang karena keberaniannya di medan laga, dan jalinan kasih yang berujung pada pengorbanan tertinggi, demi negeri. Cinta mereka bersemi di tengah badai perjuangan, namun takdir memisahkan mereka bukan karena perbedaan agama, melainkan karena panggilan suci tanah air. Kisah mereka adalah pengingat bahwa di balik heroisme, ada hati yang berjuang, berkorban, dan mencintai dengan tulus. Emmy Saelan, adalah Putri Makassar, campuran Jawa-Madura, Kakak Kandung Maulwi Saelan "Sang Penjaga Terakhir Soekarno". Emmy Saelan, yang Cerdas dan Pemberani ini, Lahir di Makassar pada tahun 1924, Emmy Saelan berasal dari keluarga ...

Kolonel (CPM) MAULWI SAELAN sebagai "Penjaga Presiden dan Penjaga Gawang Indonesia, berdarah Makassar -Madura-Jawa

Sekilas tentang tokoh "Kolonel (CPM) Maulwi Saelan, sebagai Penjaga Presiden Indonesia, dan Penjaga Gawang Timnas Indonesia. Beliau adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang memiliki kontribusi besar kepada negeri ini, dalam bidang olahraga, militer, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan sekolah keagamaan dan sekolah kebangsaan yang bernuansa "nasionalisme".  A. Latar Belakang Keluarga L ahir di: Makassar, 8 Agustus 1926. Nama Orang Tua : - Ayah : Amin Saelan, pendiri Taman Siswa di Makassar dan tokoh pergerakan nasional, seorang pejuang nasionalis dari Makassar. - Ibu : Sukamtin, berdarah Jawa dari keluarga dokter.  - Anak ke-Kedua:  dari delapan bersaudara, dengan satu-satunya saudara laki-laki. . Saudara yang Terkenal: Emmy Saelan, kakaknya, Pejuang wanita Makasar, yang namanya diabadikan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Emmy Saelan (kakak) adalah seorang perawat dan pejuang revolusi yang gugur sebagai secara terhormat, sebag...

Kisah Heroik EMMY SAELAN: Srikandi Muda-Makassar menolak NICA (Belanda):

Di ujung pulau yang berbentuk Huruf "K", terdapat sebuah Kota, yaitu Kota Makassar, didalamnya ada seorang Gadis Pemberani --Cantik Muda Belia , ia bernama : " Emmy Saelan," perempuan muda Makassar yang pemberani, memilih "Gugur terhormat" di medan perang Sulawesi Selatan melawan pasukan Belanda.  Sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya dipenuhi oleh tokoh laki-laki, tetapi juga ada perempuan tangguh yang gagah berani mengangkat senjata. Salah satu di antaranya adalah "Emmy Saelan", srikandi asal Makassar yang namanya harum semerbak sebagai pejuang revolusi, dari kaum hawa. Emmy Saelan di usia sangat muda, ia memilih jalan terhormat: bertempur hingga akhir, untuk melawan pasukan NICA Belanda. Kisahnya menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia mampu berdiri sejajar dengan laki-laki dalam medan juang. Meski sebaliknya adapula lelaki yang menjadi "Pecundang" bahkan Pengkhianat di Negeri ini. Pembahasan tentang EMMY SAELAN :  Emmy Sa...