Langsung ke konten utama

Kolonel (CPM) MAULWI SAELAN sebagai "Penjaga Presiden dan Penjaga Gawang Indonesia, berdarah Makassar -Madura-Jawa

Sekilas tentang tokoh "Kolonel (CPM) Maulwi Saelan, sebagai Penjaga Presiden Indonesia, dan Penjaga Gawang Timnas Indonesia. Beliau adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang memiliki kontribusi besar kepada negeri ini, dalam bidang olahraga, militer, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan sekolah keagamaan dan sekolah kebangsaan yang bernuansa "nasionalisme". 



A. Latar Belakang Keluarga

Lahir di: Makassar, 8 Agustus 1926.

Nama Orang Tua:

-Ayah: Amin Saelan, pendiri Taman Siswa di Makassar dan tokoh pergerakan nasional, seorang pejuang nasionalis dari Makassar.

-Ibu: Sukamtin, berdarah Jawa dari keluarga dokter. 

-Anak ke-Kedua: dari delapan bersaudara, dengan satu-satunya saudara laki-laki.
.
Saudara yang Terkenal: Emmy Saelan, kakaknya, Pejuang wanita Makasar, yang namanya diabadikan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Emmy Saelan (kakak) adalah seorang perawat dan pejuang revolusi yang gugur sebagai secara terhormat, sebagai "Martir" karena ia berani melepaskan Bom, yang menewaskan 8 (delapan) serdadu militer Belanda/NICA, serta puluhan luka-luka di dalam pertempuran di Makassar.

B. Riwayat Pendidikan dan Latihan

Frater School Makassar: Sekolah dasar yang ia jalani pada masa penjajahan Belanda.

Hoger Burgerschool (HBS) Makassar: Sekolah menengah atas yang ia ikuti hingga masa pendudukan Jepang.

Tokubetsu Chugakko: Sekolah menengah Jepang yang ia lanjutkan setelah penutupan sekolah Belanda.

SMA C Makassar: Sekolah menengah yang ia ikuti selama masa pendudukan Jepang.

The Provost Marshal General’s School, Fort Gordon, USA: Sekolah militer di Amerika Serikat yang ia ikuti untuk memperdalam ilmu kepolisian militer. 

C. Jenjang Karir
Sebagai Perwira Militer: Bergabung dengan Laskar Pemberontak Republik Indonesia Sulawesi (LAPRIS) dan kemudian menjadi anggota Harimau Indonesia. kemudian ia menjadi Kepala Staf Harimau Indonesia, pasukan gerilya pelajar dan menjadi perwira Polisi Militer (CPM) dengan pangkat Letnan Satu sejak tahun 1949. Ia mencapai pangkat Kolonel CPM dan menjabat sebagai Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno. 



Karier di dunia olahraga "Sepak bola".
Selain karir militer, Maulwi dikenal sebagai pemain sepak bola nasional (penjaga gawang timnas Indonesia) 1954-1958. Kemudian ia dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum PSSI : Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dari tahun 1964 hingga 1967. 

D. Kiprah Perjuangan dan Prestasi

Perjuangan Kemerdekaan: Terlibat aktif dalam perlawanan terhadap penjajah Belanda melalui LAPRIS dan Harimau Indonesia, melakukan penyerbuan di Markas NICA. Prestasi Sepak Bola: Berkontribusi membawa tim nasional Indonesia, ke perempat final meraih perunggu di Asian Games 1958 dan tampil di Olimpiade Melbourne 1956. Pengabdian kepada Presiden Soekarno: Sebagai Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa, ia bertugas mengawal Presiden Soekarno pada masa-masa kritis.

E. Puncak Kejayaan (Masa Keemasan
Ketika, Maulwi Saelan, menjabat sebagai Wakil Komandan Resimen Tjakrabirawa yang mengawal Presiden Soekarno (sekitar 1962) memainkan peranan untuk menjaga keamanan presiden pertama "Soekarno" pada masa-masa politik yang penuh gejolak (masa transisi menuju Orde Baru). Kala itu, telah banyak orang dekat Soekarno yang menghindar darinya, namun tidak demikian adanya pada diri "Maulwi Saelan". Atas kesetiaan pada Soekarno, maka ia ditangkap oleh Pangkokamtib (pembersih PKI), lalu dipenjarakan selama 5 tahun tanpa proses pengadilan. "Sungguh sangat memilukan". Ia mulai di penjara tahun 1967 - 1972, di Budi Kemuliaan, Jakarta. Setelah ia dibebaskan dari Penjara tanpa proses sidang itu, ia datang ke kantor CPM untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat G30S/PKI. Oleh komandan CPM memutuskan nasibnya bahwa Kolonel MAULWI SAELAN dan Brigjen SABUR, diputuskan secara resmi, bahwa: dalam gerakan 30 September, TIDAK TERLIBAT karena ia hanya sebagai Wakil Komandan sama sekali tidak tahu menahu, atas tindakan anak buahnya (Letkol Untung Syamsuri) Danyon-1 Tjakrabirawa. 
MAULWI SAELAN, memiliki dua Fungsi:
1. Sebagai Penjaga Presiden Indonesia 
2. Sebagai Penjaga Gawang Timnas Indonesia. 
Oleh Karena, pada saat itu ia memegang posisi strategis dalam pengamanan presiden selaku Wakil Komandan Tjakrabirawa, dengan Pangkat 3 Melati (Kolonel), sekaligus, ia sebagai Penjaga Gawang Timnas Indonesia di ajang internasional. Kemudian akhirnya, ia dipercaya menjabat sebagai ketua umum PSSI dan pemain nasional yang melegenda hingga kini.

F. Kisah Akhir Hidupnya 

Ia aktif membina berbagai sekolah-sekolah yang bernuansa nilai-nilai moral keagamaan dan berwawasan nasional.

Kenangan dengan Keluarga: Maulwi dikenal sebagai sosok yang penuh dedikasi, baik dalam keluarga maupun dalam pengabdiannya kepada negara.

Kesaksian Teman/Sahabat: Rekan-rekannya mengenang Maulwi sebagai pribadi yang tegas, berani, dan memiliki integritas tinggi.

Meninggal/Wafat: Maulwi Saelan meninggal dunia pada tanggal 10 Oktober 2016 (umur 90 tahun) di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta.. Meninggal karena komplikasi penyakit jantung, ginjal, dan paru-paru. Belum Dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan

G. Kesimpulan dan Penutup

Inspirasi: Maulwi Saelan adalah contoh nyata dari dedikasi, keberanian, dan pengabdian kepada negara, nusa dan bangsa.

Sifat yang Perlu Diteladani: Sikap Patriotisme , kesetiaan pada teman/atasan, disiplin dan dedikasi serta memiliki jiwa Integritas, keberanian, cinta tanah air, dan semangat juang tinggi terhadap negeri ini "INDONESIA".

Saran/Masukan: Penting untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan seperti Maulwi Saelan, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam generasi muda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca artikel berikut:

Maulwi Saelan: Dari Penjaga Gawang Hingga Penjaga Bung Karno

Maulwi Saelan: Penjaga Terakhir Soekarno

==💓Terima Kasih🇲🇨==Hormat Santun 

Dari saya: 🙏🏻 RENDI (Panglima 05)🦜



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah SOEHARTO: dari Sawah Kemusuk, Tumpas PKI jadi Presiden, hingga "Lengser Keprabon" 1998

"... Kisah panjang perjalanan hidup Jenderal Besar H. M. Soeharto — dari anak petani desa kemusuk- Jogjakarta yang pemalu hingga sukses jadi presiden paling lama memimpin Indonesia selama 32 tahun...."   Soeharto adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern. Lahir di sebuah desa kecil bernama Kemusuk, Yogyakarta, ia tumbuh dalam kesederhanaan, jauh dari gemerlap kota, dan gelimangan harta, apalagi kekuasaan orangtuanya. Namun takdir membawanya menapaki jalan panjang: dari seorang bocah sawah yang pemalu, menjadi prajurit militer, lalu menjadi Jenderal Besar, hingga akhirnya menjadi " Presiden Republik Indonesia ke-2  (1967- 1998), s elama hampir 32 tahun ia memimpin negeri ini dalam era yang disebut Orde Baru. Namanya dikenang sebagai Bapak Pembangunan, tetapi juga meninggalkan kontroversi besar. Inilah kisah panjang, penuh drama, tentang perjalanan hidup Soeharto — dari sawah Kemusuk hingga detik-detik lengser pada 1998. A.  Latar Belakang:...

Mayjen PRANOTO: Pengganti Ahmad Yani, dilarang ketemu Soekarno, lalu "Dipenjara" 15 Tahun

". ..Gejolak Politik 1965, terangkum pula "Kisah Pranoto sebagai Pengganti (sementara) Panglima AD Ahmad Yani, berikut kisah perjalanan hidupnya, yang dituduhkan (gosip) terlibat G30S PKI, lalu di Penjara 15 Tahun..." Pranoto Reksosamodra, lahir di Surakarta (Jawa Tengah) tahun 1920, dia adalah salah satu perwira TNI Angkatan Darat yang dikenal profesional dan moderat. Namanya sempat mencuat sebagai calon pengganti Panglima AD Jenderal Ahmad Yani pada peristiwa G30S 1965. Namun, dominasi politik militer dan krisis nasional membuatnya tersingkir, mengalami penahanan, dan kehilangan peluang kepemimpinan. Biografi ini menelusuri perjalanan karier dan kehidupan Pranoto dalam konteks politik-militer Indonesia yang kompleks. A.  Awal Karier Militer        Pranoto memulai karier sebagai perwira Angkatan Darat pasca-kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Dalam era sebagai awal pembentukan TNI, ia memiliki kemampuan strategi, disiplin, dan loyalitasnya membuat karir menanja...

3 Nama "Penumpas" G30S PKI: SOEHARTO, SARWO, NASUTION

"... Sejarah kelam bangsa Indonesia, akibat terjadinya pengkhianatan melalui G30S/PKI 1965. Disebut "Pengkhianatan" karena dilakukan oleh beberapa tokoh nasional Indonesia,  Pejabat Negara (Menteri/Wakil menteri) serta sejumlah oknum militer (TNI)... "  Peristiwa G30S/PKI merupakan tragedi besar dalam sejarah Indonesia modern, yang masih berusia "20 tahun Merdeka". Peristiwa itu, terjadi pada malam 30 September 1965, dimana Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan gerakan militer yang menargetkan pucuk pimpinan Angkatan Darat, dengan memakai istilah "Dewan Jenderal" yang mengakibatkan " Tujuh Perwira" menjadi korban dalam peristiwa keji tersebut. Namun, gerakan itu hanya bertahan singkat karena dalam hitungan hari, kekuatan militer di bawah kendali Mayor Jenderal Soeharto, didukung Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dan Jenderal A.H. Nasution, berhasil menumpasnya. Dari tragedi itu, lahir babak baru sejarah Indonesia yang dikenal sebagai O...