Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah Indonesia & Pahlawan

9 hal, Soekarno tidak Hadir Upacara Pemakaman Pahlawan Revolusi

Ada apa dengan Presiden Soekarno? ".... Kontroversi dan Pertimbangan Politik di Balik Ketidakhadiran Presiden Soekarno, atas Peristiwa G30S/PKI tahun 1965 peristiwa paling kelam dan kejam dalam sejarah Indonesia, khususnya bagi TNI. Kekejaman yang merenggut nyawa para perwira tinggi Angkatan Darat dan Brimob Polri (KS TUBUN) di Jakarta, ditambah 3 (tiga) Perwira di Jogjakarta..." Setelah para Pahlawan Revolusi ditemukan pada tanggal 4 Oktober, lalu dimakamkan secara militer pada 5 Oktober 1965—bertepatan dengan Hari Ulang Tahun TNI—namun banyak pihak mempertanyakan mengapa Presiden Soekarno—yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala Negara dan Panglima Tertinggi—tidak hadir dalam upacara pemakaman tujuh perwira tersebut. Ketidakhadiran Soekarno menimbulkan berbagai spekulasi dan multitafsir, baik dari sisi politik, militer, maupun pribadi. Mengapa Sang Proklamator mengambil langkah kontroversial ini di tengah situasi yang mendidih?  1.  Kronologi Singkat G30S/PKI  M...

Suharto Panglima KOTI "Penumpas G30S PKI"

Komando Tertinggi (KOTI) 1961–1965 "..... KOTI adalah Komando Operasi Tertinggi, merupakan badan komando strategis yang dibentuk oleh Presiden Soekarno pada masa Demokrasi Terpimpin...." Tujuannya adalah untuk memobilisasi dan mengintegrasikan seluruh potensi nasional, baik kekuatan diplomasi luar negeri, maupun politik dalam negeri, terutama menyatukan kekuatan militer (AD, AL, AU, AK) dalam rangka menghadapi isu-isu besar negara, terutama konfrontasi, misalnya antara Malaysia dan Indonesia. Jadi personil KOTI bukan hanya militer semata, tapi juga unsur sipil, sebagai alat komando yang bersatu padu.  Sebelum lanjut pembahasan tentang peranan Soeharto dalam menumpas PKI , serta kewenangan apa yang dimiliki olehnya, Apakah kekuatan militer melalui 'Kostrad' sebagaimana pemahaman umum kita selama ini? ataukah ada unsur lain misalnya, melalui KOTI maka hadir kewenangan itu, pada dirinya. Mari kita sama-sama menelusuri jejak langkah, sebagai cikal bakal terbentuknya KOTI...

2 Prestasi Besar Sarwo Edhie: G30S PKI '65 dan PEPERA PAPUA '69

Biografi Jenderal Sarwo Edhie Wibowo Sarwo Edhie Wibowo adalah seorang tokoh militer legendaris Indonesia yang lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 25 Juli 1925 (beberapa sumber lain menyebut 1927). A .  Latar Belakang Keluarga Sarwo Edhie Wibowo adalah putra dari R. Kartowilogo, yang pada masa penjajahan Belanda bekerja sebagai Kepala Rumah Gadai atau Kepala Pajak di Purworejo, dan ibunya bernama Raden Ayu Sutini. Kedua orangtuanya adalah " keturunan ningrat Jawa." Pada tahun 1949, ia menikahi Sunarti Sri Hadiyah binti Danu Sunarto . Dari pernikahan ini, dikaruniai 7 tujuh anak, di antaranya: -  Kristiani Herrawati (yang kemudian menjadi Ibu Negara sebagai istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) - Pramono Edhie Wibowo (yang juga meraih pangkat Jenderal dan menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat).  B.  Jenjang Pendidikan dan Latihan Sarwo Edhie menempuh pendidikan dasar di HIS dan melanjutkan ke MULO serta SMA. Karir militernya dimulai pada masa pen...

3 Nama "Penumpas" G30S PKI: SOEHARTO, SARWO, NASUTION

"... Sejarah kelam bangsa Indonesia, akibat terjadinya pengkhianatan melalui G30S/PKI 1965. Disebut "Pengkhianatan" karena dilakukan oleh beberapa tokoh nasional Indonesia,  Pejabat Negara (Menteri/Wakil menteri) serta sejumlah oknum militer (TNI)... "  Peristiwa G30S/PKI merupakan tragedi besar dalam sejarah Indonesia modern, yang masih berusia "20 tahun Merdeka". Peristiwa itu, terjadi pada malam 30 September 1965, dimana Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan gerakan militer yang menargetkan pucuk pimpinan Angkatan Darat, dengan memakai istilah "Dewan Jenderal" yang mengakibatkan " Tujuh Perwira" menjadi korban dalam peristiwa keji tersebut. Namun, gerakan itu hanya bertahan singkat karena dalam hitungan hari, kekuatan militer di bawah kendali Mayor Jenderal Soeharto, didukung Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dan Jenderal A.H. Nasution, berhasil menumpasnya. Dari tragedi itu, lahir babak baru sejarah Indonesia yang dikenal sebagai O...

22 September:

🇮🇩 Lintas Nusantara - Indonesia 1. Hari Pariwisata Nasional Tanggal: 22 September Keterangan: Peringatan ini menyoroti pentingnya sektor pariwisata dalam pembangunan ekonomi dan budaya bangsa. 2. Hari Lalu Lintas Bhayangkara Tanggal: 22 September 1955 Keterangan: Pembentukan Seksi Lalu Lintas Jalan di bawah Jawatan Kepolisian Negara, yang menjadi cikal bakal kepolisian lalu lintas (Polantas) di Indonesia. 3. Hari Menara Suar Nasional Tanggal: 22 September 2015 Keterangan: Peringatan ini ditetapkan untuk menghormati peran penting menara suar dalam keselamatan pelayaran di Indonesia. . 🌍 Dunia - Internasional 4. Perang Iran–Irak Dimulai Tanggal: 22 September 1980 Keterangan: Pasukan Irak melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran, menandai dimulainya Perang Iran–Irak. Serangan ini bertujuan untuk menghancurkan kekuatan udara Iran dan memanfaatkan kekacauan politik pasca-revolusi.  5. Hari Sungai Sedunia Tanggal: 22 September setiap tahun Keterangan: Peringatan ini bertujuan ...