Langsung ke konten utama

22 September:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Lintas Nusantara - Indonesia

1. Hari Pariwisata Nasional

Tanggal: 22 September

Keterangan: Peringatan ini menyoroti pentingnya sektor pariwisata dalam pembangunan ekonomi dan budaya bangsa.

2. Hari Lalu Lintas Bhayangkara

Tanggal: 22 September 1955

Keterangan: Pembentukan Seksi Lalu Lintas Jalan di bawah Jawatan Kepolisian Negara, yang menjadi cikal bakal kepolisian lalu lintas (Polantas) di Indonesia.

3. Hari Menara Suar Nasional

Tanggal: 22 September 2015

Keterangan: Peringatan ini ditetapkan untuk menghormati peran penting menara suar dalam keselamatan pelayaran di Indonesia.

.

๐ŸŒ Dunia - Internasional

4. Perang Iran–Irak Dimulai

Tanggal: 22 September 1980

Keterangan: Pasukan Irak melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran, menandai dimulainya Perang Iran–Irak. Serangan ini bertujuan untuk menghancurkan kekuatan udara Iran dan memanfaatkan kekacauan politik pasca-revolusi. 

5. Hari Sungai Sedunia

Tanggal: 22 September setiap tahun

Keterangan: Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya pelestarian sungai dan ekosistem perairan. 

==๐Ÿ’“Terima Kasih๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡จ==Hormat Santun 

Dari saya: ๐Ÿ™๐Ÿป RENDI (Panglima 05)๐Ÿฆœ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah SOEHARTO: dari Sawah Kemusuk, Tumpas PKI jadi Presiden, hingga "Lengser Keprabon" 1998

"... Kisah panjang perjalanan hidup Jenderal Besar H. M. Soeharto — dari anak petani desa kemusuk- Jogjakarta yang pemalu hingga sukses jadi presiden paling lama memimpin Indonesia selama 32 tahun...."   Soeharto adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern. Lahir di sebuah desa kecil bernama Kemusuk, Yogyakarta, ia tumbuh dalam kesederhanaan, jauh dari gemerlap kota, dan gelimangan harta, apalagi kekuasaan orangtuanya. Namun takdir membawanya menapaki jalan panjang: dari seorang bocah sawah yang pemalu, menjadi prajurit militer, lalu menjadi Jenderal Besar, hingga akhirnya menjadi " Presiden Republik Indonesia ke-2  (1967- 1998), s elama hampir 32 tahun ia memimpin negeri ini dalam era yang disebut Orde Baru. Namanya dikenang sebagai Bapak Pembangunan, tetapi juga meninggalkan kontroversi besar. Inilah kisah panjang, penuh drama, tentang perjalanan hidup Soeharto — dari sawah Kemusuk hingga detik-detik lengser pada 1998. A.  Latar Belakang:...

Mayjen PRANOTO: Pengganti Ahmad Yani, dilarang ketemu Soekarno, lalu "Dipenjara" 15 Tahun

". ..Gejolak Politik 1965, terangkum pula "Kisah Pranoto sebagai Pengganti (sementara) Panglima AD Ahmad Yani, berikut kisah perjalanan hidupnya, yang dituduhkan (gosip) terlibat G30S PKI, lalu di Penjara 15 Tahun..." Pranoto Reksosamodra, lahir di Surakarta (Jawa Tengah) tahun 1920, dia adalah salah satu perwira TNI Angkatan Darat yang dikenal profesional dan moderat. Namanya sempat mencuat sebagai calon pengganti Panglima AD Jenderal Ahmad Yani pada peristiwa G30S 1965. Namun, dominasi politik militer dan krisis nasional membuatnya tersingkir, mengalami penahanan, dan kehilangan peluang kepemimpinan. Biografi ini menelusuri perjalanan karier dan kehidupan Pranoto dalam konteks politik-militer Indonesia yang kompleks. A.  Awal Karier Militer        Pranoto memulai karier sebagai perwira Angkatan Darat pasca-kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Dalam era sebagai awal pembentukan TNI, ia memiliki kemampuan strategi, disiplin, dan loyalitasnya membuat karir menanja...

3 Nama "Penumpas" G30S PKI: SOEHARTO, SARWO, NASUTION

"... Sejarah kelam bangsa Indonesia, akibat terjadinya pengkhianatan melalui G30S/PKI 1965. Disebut "Pengkhianatan" karena dilakukan oleh beberapa tokoh nasional Indonesia,  Pejabat Negara (Menteri/Wakil menteri) serta sejumlah oknum militer (TNI)... "  Peristiwa G30S/PKI merupakan tragedi besar dalam sejarah Indonesia modern, yang masih berusia "20 tahun Merdeka". Peristiwa itu, terjadi pada malam 30 September 1965, dimana Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan gerakan militer yang menargetkan pucuk pimpinan Angkatan Darat, dengan memakai istilah "Dewan Jenderal" yang mengakibatkan " Tujuh Perwira" menjadi korban dalam peristiwa keji tersebut. Namun, gerakan itu hanya bertahan singkat karena dalam hitungan hari, kekuatan militer di bawah kendali Mayor Jenderal Soeharto, didukung Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dan Jenderal A.H. Nasution, berhasil menumpasnya. Dari tragedi itu, lahir babak baru sejarah Indonesia yang dikenal sebagai O...