Langsung ke konten utama

Postingan

5 Tokoh Pejabat Sipil, sebagai PEJUANG "terlibat" G30S PKI 1965

" Dari Sosok sebagai Pejuang melawan Belanda-Jepang, demi Kemerdekaan Indonesia, tapi salah jalan, maka "terlibat" G30S PKI di tahun 1965..."        Sejarah Indonesia penuh dengan lika-liku, berupa kisah heroik, pengkhianatan, dan tragedi. Banyak tokoh PKI yang awalnya dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, membela rakyat, mengorganisir buruh dan pemuda, untuk bersama berjuang melawan penjajah. Namun, karena adanya perubahan ideologi, sehingga membuat beberapa dari mereka terlibat dalam G30S/PKI 1965, sebuah episode kelam bangsa Indonesia. Catatan Historis: Kisah para tokoh ini mengajarkan kita bahwa sejarah tidak selalu hitam-putih. Banyak dari mereka pernah menjadi pahlawan — membela rakyat, mendidik kader-kader bangsa, dan mengorganisir perjuangan kemerdekaan. Namun, ambisi dan ideologi radikal membuat mereka menempuh jalan kelam di G30S. Hal ini menimbulkan tragedi nasional yang tak terlupakan. Berikut ini Tokoh  Pejuang Kemerdekaan Indonesia dari kalangan sip...

5 Perwira TNI-AD "Berprestasi" namun sayang dia terlibat G30S PKI

"... Disamping kekhilafan mereka , ternyata ada beberapa prestasi yang pernah terukir darinya untuk negeri ini, khususnya di bidang "Kemiliteran ", sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Mereka juga " Cinta Tanah Air " cuma salah jalan...." 1.  Brigjen Soepardjo  Lahir pada 23 Maret 1923 di Gombong , Jawa Tengah, adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang memiliki karier militer yang solid dan cemerlang. Jabatan dan Prestasi Militer Utama, sebagai Komandan Divisi Kalimantan Barat, ia memimpin operasi militer penting, termasuk dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia (dikenal sebagai Operasi Dwikora). Ia bertanggung jawab atas Komando Tempur Dwikora di Kalimantan, di mana pasukannya berhasil menjaga pertahanan wilayah perbatasan dan melakukan serangan strategis terhadap pasukan Malaysia yang didukung Inggris. Prestasi ini menjadikannya salah satu panglima tempur yang disegani, dengan catatan sukses dalam menjaga stabilitas wilayah strategis di Ka...

Kesaktian Pancasila "sebagai" Jiwa, Semangat dan Identitas Bangsa Indonesia

 "... .Memaknai Peringatan: "Hari Kesaktian Pancasila sebagai Benteng Persatuan-Kesatuan serta Pertahanan-Ketahanan Bangsa Indonesia...." Tanggal 1 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sebagai " Momentum Bersejarah " untuk mengenang betapa kuatnya dasar negara Indonesia dalam menghadapi rongrongan ideologi yang ingin menggantikan Pancasila. Bermula dari Peristiwa "kelam + tragis" Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), pada keesokan harinya, tanggal 1 Oktober, berkat kekuatan TNI yang didukung oleh Rakyat, atas ijin dari Allah SWT, telah menjadi bukti sejarah bahwa: "Pancasila bukan sekadar falsafah, tetapi juga perisai bangsa Indonesia yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). A). Latar Belakang Sejarah        Hari Kesaktian Pancasila Peristiwa G30S/PKI yang meletus pada malam 30 September 1965 menjadi salah satu tragedi berdarah dalam sejarah Indonesia. Kelompok yang berideologi komuni...

3 Nama "Penumpas" G30S PKI: SOEHARTO, SARWO, NASUTION

"... Sejarah kelam bangsa Indonesia, akibat terjadinya pengkhianatan melalui G30S/PKI 1965. Disebut "Pengkhianatan" karena dilakukan oleh beberapa tokoh nasional Indonesia,  Pejabat Negara (Menteri/Wakil menteri) serta sejumlah oknum militer (TNI)... "  Peristiwa G30S/PKI merupakan tragedi besar dalam sejarah Indonesia modern, yang masih berusia "20 tahun Merdeka". Peristiwa itu, terjadi pada malam 30 September 1965, dimana Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan gerakan militer yang menargetkan pucuk pimpinan Angkatan Darat, dengan memakai istilah "Dewan Jenderal" yang mengakibatkan " Tujuh Perwira" menjadi korban dalam peristiwa keji tersebut. Namun, gerakan itu hanya bertahan singkat karena dalam hitungan hari, kekuatan militer di bawah kendali Mayor Jenderal Soeharto, didukung Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dan Jenderal A.H. Nasution, berhasil menumpasnya. Dari tragedi itu, lahir babak baru sejarah Indonesia yang dikenal sebagai O...

27 September : HUT Kota Palu, HUT Bhakti Postel

 ðŸ‡®ðŸ‡© Hari Bhakti Postel          (Pos dan Telekomunikasi) Tanggal 27 September diperingati sebagai Hari Bhakti Postel, yang merupakan peringatan momen diambil alihnya Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dari kekuasaan Jepang oleh putra putri Indonesia yang tergabung dalam Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT) di Bandung pada 27 September 1945.  📌 HUT KOTA PALU .  Tanggal berdiri: 27 September 1978 (ditetapkan sebagai hari jadi Kota Palu, Sulawesi Tengah). Sejarah: Awalnya Palu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Donggala. Kemudian ditetapkan menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Palu berdasarkan UU No. 4 Tahun 1978. Arti penting: HUT Kota Palu sering dirayakan dengan upacara, festival budaya, lomba, hingga kegiatan sosial. Identitas kota: Palu dikenal sebagai “Kota Lima Dimensi” karena memiliki lembah, lautan, teluk, sungai, dan pegunungan dalam satu wilayah. 🇮🇩 Indonesia  jadi Anggota ke-60 PBB         ...

26 September: Hari Statistik Nasional (HSN)

 ðŸ‡®ðŸ‡© Hari Peringatan dan Peristiwa Penting di Indonesia pada 26 September 1. Hari Statistik Nasional (HSN ) Setiap tanggal 26 September, Indonesia memperingati Hari Statistik Nasional untuk menghormati peran penting data statistik dalam pembangunan nasional. Peringatan ini berawal dari pengesahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik, yang menjadi landasan hukum penyelenggaraan statistik di Indonesia. Tujuan utama HSN adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya data statistik yang berkualitas dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan publik.  2. Hari Kontrasepsi Sedunia Hari Kontrasepsi Sedunia diperingati setiap 26 September untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Peringatan ini bertujuan untuk mendorong pasangan usia subur agar memiliki pengetahuan dan akses terhadap metode kontrasepsi yang aman dan efektif.  3. Hari Kesadaran Situasi Nasional        Dimulai sejak tahun 20...

Kolonel (CPM) MAULWI SAELAN sebagai "Penjaga Presiden dan Penjaga Gawang Indonesia, berdarah Makassar -Madura-Jawa

Sekilas tentang tokoh "Kolonel (CPM) Maulwi Saelan, sebagai Penjaga Presiden Indonesia, dan Penjaga Gawang Timnas Indonesia. Beliau adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang memiliki kontribusi besar kepada negeri ini, dalam bidang olahraga, militer, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan sekolah keagamaan dan sekolah kebangsaan yang bernuansa "nasionalisme".  A. Latar Belakang Keluarga L ahir di: Makassar, 8 Agustus 1926. Nama Orang Tua : - Ayah : Amin Saelan, pendiri Taman Siswa di Makassar dan tokoh pergerakan nasional, seorang pejuang nasionalis dari Makassar. - Ibu : Sukamtin, berdarah Jawa dari keluarga dokter.  - Anak ke-Kedua:  dari delapan bersaudara, dengan satu-satunya saudara laki-laki. . Saudara yang Terkenal: Emmy Saelan, kakaknya, Pejuang wanita Makasar, yang namanya diabadikan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Emmy Saelan (kakak) adalah seorang perawat dan pejuang revolusi yang gugur sebagai secara terhormat, sebag...